Category: Love Story


AKU SENANG MENCINTAIMU

Dyeana…!

Aku mendambakanmu,,karena kau layak untuk didambakan.

Aku mengagumimu,,karena kau pantas dikagumi.

Aku menyayangimu,,sebab kau patut untuk disayangi.

Aku merindukanmu,,sebab kau ada, untuk kurindukan.

Dyeana…!

Dengan akal sehatku,,kugemari Dirimu.

Memimpikanmu membuat aku tersanjung.

Sebab kulakukan semua itu tanpa paksaan.

Tanpa ragu, kuakui,,aku mencintaimu…!

Iklan

Aku tak tau harus memulainya dari mana, semua terasa sudah terlampau jauh untuk ku mengingat masa lalu. Semua kenangan, pahit manisnya cinta, perih dan getirnya hidup seperti sebuah warna yang menghiasi perjalananku. Terlalu indah untuk dikenang, terlalu manis untuk dilupakan. Pasang surutnya cinta, luka dan bahagia yang terkadang membuatku ingin kembali ke masa lalu. Andai saja aku bisa memutar kembali waktu, takkan pernah ku lakukan kesalahan itu. Sebuah kebodohan yg membuatku harus kehilangan masa mudaku. Penyesalan memang tak pernah datang diawal, percuma menangisi yang telah terjadi. Waktu terus berjalan dan takkan terhenti hingga saatnya kita mati..

Lagi-lagi kau datang
Setelah sekian hari aku menantiMu
Menunggu dan merindukan senandungMu

Kau bangunkan aku dari tidurku
Dan kau lantunkan ayat-ayat suci Allah
Yang membuat mataku terbuka dan ragaku mengambil air wudhu

Subhanallah..
Siapakah sebenarnya dirimu?
Sosok malaikat yang menjelma menjadi Manusia
Yang senantiasa menenangkan hati dan jiwaku

Senandung ayat sucimu itu
T’lah meleburkan karang di hatiku
Dari debu menjadi serpihan permata

Wahai Malaikatku
Jangan pernah kau pergi dari hidupku
Aku buta tanpamu
Tak bisa ku melihat tanpa mata hatiMu

Wahai Malaikatku
Jangan pernah lari dariku
Aku pincang tanpamu
Tak bisa berjalan tanpa berpegang pada pundakmu

Tetaplah bersamaku
Sejenak terangi jalanku
Hingga saat ku bisa melihat dan berjalan sendiri
Hingga saat ku bisa berlari dan mencari

Satu dari seribu jalan
Yakni jalan menuju kebenaran
Satu dari seribu jalan
Yakni jalan menuju Surga

Cinta datang menyelimuti hati
Menghangatkan kesendirian ini

Kebekuan pun mulai mencair
Seperti air yang terus mengalir

Namun keraguan itu mulai datang
Saat aku merasa bahwa aku mencintainya

Bukan ragu akan cintanya
Tapi rasa takut akan membuat dirinya kecewa

Aku ingin membahagiakannya
Namun aku sendiri tak pernah tau apa itu bahagia

Aku hanya debu yang terseret angin
Dan pernah tau kemana angin membawaku

Seperti batu karang di tepi pantai
Rapuh setiap kali ombak menerjangku

Diam..diam..diam dan hanya diam
Berharap keajaiban itu akan degera datang

Bukan hanya mimpi..
Bukan sekedar harapan..
Melainkan sebuah kenyataan..

Kugenggam jemari ini dengan harapan..
Semoga rasa takut ini segera menghilang..

Agar aku bisa merasakan lagi..
Kedamaian,Cinta dan Kebahagiaan…

andai ajh km berada didekatku..

km akn melihat, bagaimana aku menangisi smua ttg mu

dan km akan mendengar bagaimana aq terisak isak krn tersakiti

andai dan andai
kmu merasa apa yg aku rasa!
sakit..hancur dan luka
namun aku tak membencimu! karna rasa sayangku pd mu melebihi rasa sayangku pd diriku!
dan smpai kapanpun

dia tak pernah tau
bagaimana aku menjaga hati ini utkny
dia tak pernah tau
stiap malam aq berdoa utkny
dia tak pernah tau…aq menahan sedih hanya utk nya

tp aku tahu
aqu tiada arti utk nya

Pernah pada suatu ketika tubuhku terbujur lemas, mulutku kaku terbata-bata tidak bisa berbicara, hatiku merasakan seperti disayat sembilu. Cukuplah aku yang merasakannya niscaya mereka-mereka tidak akan sanggup menahannya kecuali untuk mereka-mereka yang mempunyai niatan yang cukup untuk berani menderita demi sebuah cita-cita dan pengharapan.

Pernah pada suatu ketika ingin rasanya kuberbicara “ kenapa kalian tidak memperdulikan keadaanku ? “ tapi itu semua hanya sebatas niatan belaka, karena sesungguhnya mereka-merekapun pasti mempunyai perasaan yang sama denganku jadi percuma bila kuberkata-keta mending kudiamkan sahaja untuk sesaat dalam kesendirian.

Pernah pada suatu ketika kubelajar menahan rasa sakit hatiku dari penderitaan dan kesedihan samapi tiba saatnya untuk kuterbuka terhadap mereka, ternyata pelajaran akan itu belumlah akan berakhir, harus ku tanggung kesedihan dan penderitaan ini sendiri.

Pernah pada suatu ketika ingin rasanya ku mengakhiri hidupku dengan sebuah catatan kepedihan namun itu ternyata percuma sahaja, karena DIA rupanya masih menyayangiku dengan sepenuh hati-NYA.

Sedih

apa yang telah ku lakukan dan aku engga mengerti kenapa harus seperti ini membohongin orang yang aku cintaie dan aku sayangi..,tidak pernah selintas di hati aku melalukan hal ini..,aku cuma bisa menyesali hal ini di malam ini dengan pergi dari rumah..,maafkan aku sayang..,maafkan :<